Refleksi filosofis pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi penguatan saya dalam pembelajaran

Refleksi filosofis pemikiran Ki Hadjar Dewantara menjadi penguatan saya dalam pembelajaran

1. Sebagai pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapatkan setelah mempelajari pemikiran-pemikiran KHD tentang fIlosofi pendidikan, Pertama, "Penghambaan" guru terhadap anak. Pemikiran ini menyadarkan saya bahwa seorang guru harus mampu merendahkan ego pribadi, dengan mengutamakan kebutuhan anak didiknya. Sehingga seluruh proses pendidikan benar-benar berpusat untuk kepentingan anak, bukan kemauan guru atau system

2. Kekuatan ini yang menyadarkan saya bahwa seorang guru harus mampu merendahkan ego pribadi, dengan mengutamakan kebutuhan anak didiknya. Sehingga seluruh proses pendidikan benar-benar berpusat untuk kepentingan anak, bukan kemauan guru atau sistem. Pemikiran ini juga sangat bermanfaat bagi saya sebagai orang tua bagi anak-anak saya, bagaimana seharusnya sikap saya kepada mereka. Kedua, Pendidikan harus menyesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat jaman.

3. Ada beberapa hal yang perlu saya ubah dari diri saya agar dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini. Hal utama adalah mengalahkan ego saya dalam proses pendidikan dan pengajaran. Saya merasa sering menuntut anak untuk pintar dan menguasai materi ajar yang saya sampaikan dan pada semua muatan mata pelajaran yang ada. Hal ini tidak sesuai dengan faktor Kodrat Alam yang mempengaruhi kemampuan anak, kondisi psikososial dan segala keunikan anak yang tidak bisa disama ratakan. Saya akan mencoba untuk memahami dan mengerti jika ada anak yang mengalami kesulitan belajar, tidak banyak menuntut serta berusaha mengontrol emosi.

4. Perubahan konkret di kelas dan sekolah saya sebagai penerapan pemikiran KHD. Perubahan yang akan saya lakukan antara lain: “Mengatur tata ruang kelas saya”. Suasana kelas yang baik akan mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Saya akan berusaha mengubah tata ruang agar tidak “monoton” hanya bersifat klasikal. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih dekat, mendukung proses diskusi dan kolaborasi serta memberikan rasa nyaman bagi peserta didik untuk menjadi insan yang merdeka. “Mengenal lebih dekat satu persatu siswa saya”. Berusaha lebih dekat kepada anak, mengenali karakteristiknya, potensi dirinya serta permasalahan yang mungkin mereka hadapi. Menjalin komunikasi dengan keluarganya untuk mengetahui kondisi psikososial mereka di rumah. “Memaksimalkan potensi alam dan sekolah”. Memanfaatkan lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar baik alam maupun sosial sebagai laboratorium belajar dalam menciptakan pembelajarn yang bermakna dan berkesan.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Refleksi Minggu Ke-18 (Model 4P)