Demontrasi Kontekstual Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

 Nama: YULIANI, S.Pd.

CGP ANGKATAN 3 Kab. Banyuwangi 


Jurnal Monolog


Untuk menjadi guru penggerak, calon guru penggerak harus mengikuti pendidikan guru penggerak selama 9 bulan dan pengembangan kompetensi dalam Lokakarya Bersama dan pendidikan guru penggerak sudah saya lalui sekitar 6 bulan. Alhamdulillah banyak sekali manfaat yang di dapat selama mengikuti program guru penggerak, diantaranya adalah menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, bertemu dengan guru-guru hebat, menambah semangat dan motivasi diri untuk terus belajar, dengan mengikuti program guru penggerak menyadarkan diri bahwa ternyata diri ini masih banyak kekurangan dan masih banyak yang harus diperbaiki dan ditingkatkan lagi. banyak sekali pengalaman serta bimbingan langsung dari pendamping dan Fasilitator yang luar biasa serta instruktur yang berbeda di setiap modul ditambah lagi dengan adanya kegiatan lokakarya dan aksi nyata yang semakin menambah sensasi tersendiri yang membuat saya menjadi tertantang untuk mau melakukan perubahan sesuai dengan ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan. Melalui program guru penggerak telah menempa diri menjadi guru yang mandiri, kolaboratif, reflective, dan inovatif serta menjadi guru yang berpihak pada murid

Begitu besar dan banyak manfaat yang di rasa selama mengikuti program guru penggerak, maka saya ingin banyak guru juga merasakan hal yamg sama seperti yang saya rasakan demi terwujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Beberapa hal yang akan saya lakukan di sekolah tempat saya mengajar yaitu SDN KEBALENAN untuk mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang sudah didapat selama mengikuti program guru penggerak

1. Mengajak rekan sejawat dan guru lain yang tergabung dalam komunitas pendidikan untuk mengikuti program guru penggerak, baik itu secara langsung maupun dengan membagikan link blog yang berisi informasi tentang program guru penggerak agar guru tersebut mendapatkan pengetahuan dan bisa merasakan langsung manfaat yang akan didapat selama mengikuti program guru penggerak dan ini sudah  saya lakukan

2.  Membagikan materi guru penggerak di group komunitas guru di sekolah maupun komunitas pendidikan lainnya hal ini juga sudah pernah lakukan

3.      Membagikan materi guru penggerak dalam bentuk blog dan membagikan link tersebut di medsos komunitas pendidikan

4.     Membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaborasi antara guru dan pemangku kepentingan di dalam dan luar sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

5.  Menerapkan pengetahuan yang didapat dengan melakukan aksi nyata seperti yang pernah dilakukan sebelumnya pada tugas aksi nyata di setiap modul yaitu memperaktikkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik

6.       Menjadi teladan atau contoh Dalam mewujudkan merdeka belajar

7.   Berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid

8.      Mengembangkan dan memimpin upaya mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid dan relevan dengan kebutuhan komunitas di sekitar sekolah

 

Langkah awal yang akan saya lakukan dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah  adalah sebagai berikut:

·      Sebagai seorang pemimpin pembelajaran pasti kita sering di hadapkan pada situasi dimana kita harus mengambil suatu keputusan, sebelum kita mengambil sebuah keputusan langkah awal yang harus kita lakukan adalah memahami situasi apakah situasi yang kita hadapi termasuk dalam situasi dilema etika atau bujukan moral

·     Menentukan paradigma yang sesuai dalam dilema etika yang terjadi, berdasarkan 4 paradigma pengambilan keputusan yaitu 

1.       Individu lawan masyarakat (individual vs community)

2.       Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3.       Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4.       Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

 

·       Menetukan 3 prinsip pengambilan keputusan yaitu :

1.       Berpikir Berbasis Hasil Akhir

2.       Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

3.       Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

 

·       Serta 9 langkah pengambilan keputusan yaitu :

1.       Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi

2.       Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi

3.       Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi

4.       Pengujian benar atau salah, yang meliputi uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan/idola

5.       Pengujian paradigma benar lawan benar

6.       Melakukan prinsip resolusi

7.       Investigasi opsi trilema

8.       Buat keputusan

9.       Lihat lagi keputusan dan refleksikan

Langkah-langkah pengambilan keputusan tesrsebut akan segera saya terapkan yaitu hari ini terutama pada saat dihadapkan pada situasi dimana saya harus mengambil sebuah keputusan.

Dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran saya membutuhkan seorang pendamping yaitu kepala sekolah dan rekan sejawat untuk berkolaborasi dalam mengambil sebuah keputusan

Kepala sekolah dan rekan sejawat yaitu Tatik Sugiwati, S.Pd. yang akan menjadi teman diskusi untuk menentukan apakah langkah-langkah yang saya ambil telah tepat dan efektifi dan sebagai bentuk refleksi dan masukan dari kepala sekolah dan rekan sejawat dari apa yang sudah saya lakukan.

Demikian Demontrasi kontekstual modul 3.1 semoga bermanfaat

Salam dan Bahagia.


Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Refleksi Minggu Ke-18 (Model 4P)