Jurnal Refleksi Minggu Ke-18 (Model 4P)

Yuliani, S.Pd.

CGP Angkatan 3 Kab. Banyuwangi



"Setiap pembelajar membutuhkan refleksi diri agar lebih menyadari posisi diri dalam pembelajaran. Individu yang reflektif merupakan sosok yang mau menerima dan memberikan masukan sebagai umpan balik atas apa yang telah dilakukan."

Jurnal minggu ini menggunakan model 4P


Peristiwa


Pada minggu ini saya masih melanjutkan pembelajaran tentang pengambilan keputusan. Sesi pembelajaran minggu ini, melanjutkan Eksplorasi Konsep bagian Forum Diskusi, dimana sesama CGP harus mengomentari video yang disajikan di LMS pada forum diskusi dan menjabarkan semua langkah pengambilan keputusan menggunakan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah tersebut, saya berbagi pemahaman lewat Ruang Kolaborasi. Pada bagian ini, ada diskusi hangat dalam kelompok maupun panel melalui ruang pertemuan virtual, Google Meet. Pada bagian ini kami dalam ruang besar maupun kecil sama-sama belajar. Persoalan yang dihadapi oleh masing-masing individu bisa dikatakan sama. Terutama terkait penentuan paradigma pengambilan keputusan. Hal ini karena dari studi satu kasus yang dianalisis bisa lebih dari satu paradigma. Kebingungan pun disimpan hingga masuk sesi Refleksi Terbimbing, Demonstrasi Kontekstual dan menunggu sesi pemahaman pada Elaborasi Pemahaman minggu depan.


Perasaan

Melanjutkan modul 3.1. ini ada rasa lelah melanda. Hal ini mengingat selain menyelesaikan tugas LMS, saya juga mempersiapkan penginbasan kegiatan RTL dari Kegiatan Portofolio Digital guru Penggerak kepada rekan guru sejawat. Namun, di samping itu ada juga perasaan lega. Hal ini karena minggu sebelumnya telah menyelesaikan banyak tugas minggu ini. Hingga pada akhirnya merasa bahagia karena masih punya banyak waktu luang untuk mengerjakan hal lainnya. Selain itu juga sangat merasa diuntungkan karena bisa sedikit demi sedikit menyiapkan rangkaian kegiatan implementasi pengambilan keputusan berbasis dilema etika di sekolah.

Pembelajaran

Pembelajaran utama yang diperoleh adalah semakin terbukanya pemahaman tentang pengambilan keputusan yang tepat. Semakin terbukanya pemahaman ini merupakan awal kemudahan dalam mengimplementasikan di sekolah. Bukan saja untuk diri pribadi, melainkan juga untuk sejawat dan komunitas praktisi di sekolah. Pemahaman ini tentu akan lebih bermanfaat apabila disebarkan kepada yang lain. Penyebaran tidak harus dalam bentuk kegiatan yang terkesan ‘wah’. Bisa saja dalam bentuk sederhana, tetapi rutin dilakukan. Banyak cara yang bisa ditempuh. Misalnya, adalah mengintegrasikan pengetahuan tentang pengambilan keputusan dengan pelatihan digital berbasis canva bagi guru yang ada di sekolah. Langkah yang bisa dilakukan yaitu membagikan materi dan latihan untuk diparafrasekan di akun canva edukasi masing-masing. Langkah ini merupakan pembelajaran dari keterbatasan sumber dana dalam pelaksanaan kegiatan luring.

Perubahan

Perubahan nyata yang terjadi pada diri saya adalah meningkatnya pemahaman terkait pengambilan keputusan. Selain itu, juga kompetensi terkait. Hal ini terlihat dari mulai berkurangnya kendala yang berarti dalam melakukan analisis beberapa pengambilan keputusan di sekolah. Tidak terkecuali adanya niat untuk berusaha se optimal mungkin menerapkan paradigma, prinsip, dan langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Tujuannya agar pada akhirnya keputusan tersebut adalah yang tepat di antara pilihan benar dengan benar.



Demikian jurnal Refleksi minggu ke-18 ini semoga kita semua tetap dalam keadaan sehat dan bisa menyelesaikan semua sampai akhir nanti.. aamiin

Salam dan Bahagia.

Comments

Popular posts from this blog