JURNAL REFLEKSI MINGGU 1

REFLEKSI MINGGU 1

Model 2: Description, Examination and Articulation of Learning (DEAL)

Oleh: Yuliani, S.Pd

CGP_ Banyuwangi 3

 

Description:

Menurut saya ada 3 hal mendasar sebagai pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapatkan setelah mempelajari pemikiran-pemikiran KHD tentang fIlosofi pendidikan, Pertama, "Penghambaan" guru terhadap anak. Pemikiran ini menyadarkan saya bahwa seorang guru harus mampu merendahkan ego pribadi, dengan mengutamakan kebutuhan anak didiknya. Sehingga seluruh proses pendidikan benar-benar berpusat untuk kepentingan anak, bukan kemauan guru atau sistem. Pemikiran ini juga sangat bermanfaat bagi saya sebagai orang tua bagi anak-anak saya, bagaimana seharusnya sikap saya kepada mereka. Kedua, Pendidikan harus menyesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat jaman. Adaptasi adalah sesuatu yang mutlak harus dilakukan oleh guru dan semua pemangku kepetingan (stackholder) dunia pendidikan. Sehingga pendidikan dan pengajaran menghasil sesuatu yang bermakna bagi anak agar mereka siap mengarungi kehidupan sebagai individu dan makhluk sosial. Hal ini selaras dengan yang disampaikan Ali bin Abi Tholib, “Didiklah anakmu sesuai dengan jamannya”. Tentunya hal ini juga harus mempertimbangkan keunikan mereka sesuai kodrat alamnya masig-masing. Ketiga, Analogi pendidikan dengan penyemaian benih-benih Pendidikan dan kebudayaan. Analogi ini menuntut kesadaran saya untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang baik dan nyaman bagi anak didik, agar seluruh potensi diri mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Examination:

Setelah memahami pemikiran-pemikiran tersebut, ternyata ada beberapa hal yang perlu saya ubah dari diri saya agar dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini. Hal utama adalah mengalahkan ego saya dalam proses pendidikan dan pengajaran. Saya merasa sering menuntut anak untuk pintar dan menguasai materi ajar yang saya sampaikan dan pada semua muatan mata pelajaran yang ada. Hal ini tidak sesuai dengan faktor Kodrat Alam yang mempengaruhi kemampuan anak, kondisi psikososial dan segala keunikan anak yang tidak bisa disama ratakan. Saya akan mencoba untuk memahami dan mengerti jika ada anak yang mengalami kesulitan belajar, tidak banyak menuntut serta berusaha mengontrol emosi.

 

Articulation of Learning:

Selanjutnya saya ingin melakukan perubahan konkret di kelas dan sekolah saya sebagai penerapan pemikiran KHD. Perubahan yang akan saya lakukan antara lain: “Mengatur tata ruang kelas saya”. Suasana kelas yang baik akan mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Saya akan berusaha mengubah tata ruang agar tidak “monoton” hanya bersifat klasikal. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih dekat, mendukung proses diskusi dan kolaborasi serta memberikan rasa nyaman bagi peserta didik untuk menjadi insan yang merdeka. “Mengenal lebih dekat satu persatu siswa saya”. Berusaha lebih dekat kepada anak, mengenali karakteristiknya, potensi dirinya serta permasalahan yang mungkin mereka hadapi. Menjalin komunikasi dengan keluarganya untuk mengetahui kondisi psikososial mereka di rumah. “Memaksimalkan potensi alam dan sekolah”. Memanfaatkan lingkungan sekolah dan lingkungan sekitar baik alam maupun sosial sebagai laboratorium belajar dalam menciptakan pembelajarn yang bermakna dan berkesan.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal Refleksi Minggu Ke-18 (Model 4P)